Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai membahas masalah lingkungan, kesehatan, dan manfaat sosial dari mengadopsi pola makan nabati.Sekarang kita mengeluh tentang kelangkaan air di seluruh penjuru planet ini. Kita mengeluh tentang kelangkaan pangan. Kita gunakan 90% biji-bijian untuk memberi makan (insan-)hewan, sdan ementara 862 juta orang dibiarkan kelaparan. Itu terjadi pada tahun 2008 saja. Dengan biji-bijian yg kita gunakan untuk ternak, kita bisa memberi makan dua miliar orang. Berulang kali lipat dari jumlah orang kelaparan di dunia yang kita miliki saat ini. Jadi saya tidak mengerti, Sungguh, dengan semua kecerdasan yang saya miliki, adakah yang bisa menjelaskan kepada saya dunia seperti apa yang kita tinggali dan kebijakan seperti apa yang kita ikuti serta kebaikan seperti apa yang kita lakukan pada diri kita sendiri dan sesama makhluk, belum lagi bicarakan tentang (insan-)hewan? Karena kita bahkan tidak bisa mencintai spesies kita sendiri. Jadi, tentu saja hal itu sulit dipahami, bagi banyak orang untuk memahami bagaimana mencintai (insan-)hewan. Sekarang kamu tahu alasannya.Di Ohio saja, perubahan iklim akan membebani negara bagian tersebut sebesar 1 miliar US$ karena permukaan air danau yang berbatasan dengan wilayah mereka akan turun drastis akibat perubahan iklim. Dan mereka harus membangun lagi pelabuhan serta infrastruktur mereka untuk menyesuaikan dgn ketinggian air baru dan permintaan baru. Jadi, perubahan iklim ini akan berbiaya besar. Dan mengapa? Karena pola makan daging (insan-hewan).Yang perlu kita lakukan hanyalah meninggalkan potongan daging (insan-hewan) di piring kita dan menggantinya dengan protein dari kerajaan tumbuhan. Kita punya makanan untuk dimakan, kita punya pilihan, dan pilihan-pilihan itu luar biasa, mereka bergizi. Bukan berarti kita tak punya pilihan. Kita tak perlu membunuh utk hidup. Kita tidak perlu merendahkan diri menjadi agen pembunuh planet ini. Kita bisa hidup dan membiarkan yang lain hidup.Dalam keadaan saat ini, sepertinya kita akan bekerja selamanya, sibuk terus-menerus, hanya untuk membayar pajak. Karena kita menghasilkan uang, lalu harus membayar pajak agar bisa mendapatkan perawatan penyakit, pemeriksaan kesehatan, dan itu pun tidak menjamin kita bisa hidup – itulah intinya. Begitu banyak penderitaan, begitu banyak obat-obatan, begitu banyak tes darah dan rontgen dan operasi dan sebagainya. Semua ini bahkan tidak menjamin bahwa hidup kita akan terselamatkan karena cara kita tak merawat diri kita dengan baik, karena cara kita mengonsumsi racun sebagai makanan. Daging (insan-hewan) adalah racun, secara ilmiah, secara fisik.Saya akan mengesampingkan sisi keagamaan untuk saat ini, karena orang akan mengira saya mencoba memaksa mereka masuk agama lain. Saya tak ingin memaksa siapa pun, karena semakin banyak yang ikut maka semakin banyak saya bekerja. Jadi, bagi saya sudah cukup jika kalian bisa berubah. Bagi saya sudah cukup jika orang-orang hanya menjadi vegan dan melakukan perbuatan baik. Itulah satu-satunya yang saya minta: Jadilah vegan, lakukan kebaikan. Apa pun kebaikan yang Anda lakukan, lakukanlah segera; apa pun keburukan yang Anda lakukan, stop. Melakukan kebaikan saat ini termasuk menyelamatkan planet ini, yang berarti menjadi vegan juga. Jadi, semuanya bermuara pada menjadi vegan.Karena jika kita tidak makan daging (insan-hewan), akan jauh jauh berkurang peternakan insan-hewan dan akan ada jauh lebih sedikit pembunuhan di planet ini. Dan ini balasan karma pembunuhan yang berkontribusi kepada bahaya bagi planet kita saat ini. Sekedar berbicara secara ilmiah, konsumsi daging (insan-hewan) berkontribusi pada 80% pemanasan global dan polusi. Jadi, jika kita melupakan sepotong daging (insan-hewan) itu dari pikiran kita, maka planet ini akan terselamatkan dan kamu akan hidup lebih lama. Dan ingat kata-kataku, kamu akan menjadi orang yang lebih bahagia, Anda akan lebih tenang, dan tidur lebih nyenyak di malam hari. Anda tidak akan sakit.Jika semua orang di planet ini menjadi vegan, kita takkan sakit, hampir nol. Karena orang-orang vegan kadang-kadang juga sakit karena faktanya sistem kekebalan tubuhnya belum sepenuhnya pulih, karena sebagian besar dari mereka belum menjadi vegan sejak kecil. Lalu, orang-orang yang bukan vegan sering sakit dan menularkannya juga kepada para vegan yang malang. Namun, jika semua orang menjadi vegan, tidak ada yang akan sakit.Jadi bicara tentang semua kehidupan adalah suci, dimulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari hidup manusia; mari perlakukan diri kita dgn segala kebaikan dan rasa hormat terhadap tubuh yg telah bekerja keras siang dan malam agar kita bisa menikmati semua yang ditawarkan kehidupan. Mari kita mulai kehidupan suci ini dari diri kita, mari kita mulai memperlakukan hidup kita lebih baik dengan beralih ke makanan bergizi daripada makanan beracun seperti daging (insan-hewan), rokok, alkohol, dan narkoba.Perang akan berhenti jika kita semua menjadi vegan. Yang terbaik adalah perang berhenti bahkan sebelum kita menjadi vegan. Tapi jika tidak, perang akan stop. Karena begitu kita menjadi vegan, kita tahu mengapa kita menjadi vegan, hati kita akan lebih penuh kasih sayang dan secara otomatis kita tidak ingin ada perang. Jadi, sungguh mengherankan bahwa kita masih bisa memiliki anak dan melakukan hal lain dalam hidup dengan semua racun yang kita konsumsi setiap hari. Tapi apakah ada yang pernah berhenti sejenak untuk merenungkan diri sendiri, dunia seperti apa yang kita tinggali. Apakah ini jenis dunia yang kita inginkan?Bahwa kita harus membunuh untuk hidup, bahwa kita harus menghabisi nyawa demi bertahan hidup, atau bahkan harus saling membunuh demi bertahan hidup. Ini bukanlah jenis kehidupan, jenis dunia yang sebenarnya kita inginkan. Kita ingin dunia yang lebih baik; kita menginginkan dunia yang lebih penuh kasih sayang. Jadi, kita harus berbalik arah dan bekerja untuk membangun dunia itu.Memang benar bahwa kita tidak boleh boros, ya. Namun, pertapaan yang berlebihan juga sangat melelahkan bagi pikiran, dan pikiran akan memberontak. Bagaimanapun, kita harus perlakukan diri kita dengan baik. Jangan berlebihan, karena Tuhan telah menciptakan segala sesuatu agar kita dapat menikmatinya. Pertapaan tak akan menyelamatkan dunia kita, begitu pula kemewahan. Jadi, Tuhan menciptakan air yang cukup, makanan yg cukup bagi kita bahkan utk selamanya, jika saja kita tahu cara menghentikan penyalahgunaan sumber daya Bumi dan kekayaan-Nya. Kita tidak boleh membunuh sesama makhluk hidup untuk memuaskan keserakahan kita. Dan inilah inti dari masalah planet saat ini – pengeluaran kita yang berlebihan atas nilai moral dan sumber daya dunia.Semua penggantian lampu, teknologi mobil baru, dan penghematan air, jangan mandi terlalu lama, dan jangan nyalakan keran saat menyikat gigi – semua ini baik-baik saja, tapi itu hanya menggaruk gatal di luar kaus kaki. Itu tidak akan meredakan gatal kita. Itu hanya membuat masalah terlupakan sementara dan menutupi masalah sebenarnya serta solusi sesungguhnya, paham ? Itu hanya mengalihkan perhatian kita dari tujuan sebenarnya, solusi sebenarnya, dan planet ini akan semakin parah jika kita terus menggaruk di luar kaus kaki ini. Kita harus menggaruk kulitnya jika ingin meredakan gatal kita. Maksud saya, kita harus menangani luka utamanya, yaitu produksi daging (insan-hewan).Setiap orang yang punya kesempatan untuk tahu, dan memiliki kekuatan untuk tahu, seharusnya sudah tahu sekarang bahwa produksi daging (insan-hewan) adalah penyebab utama pemanasan global. Dan untuk menghentikan konsumsi daging (insan-hewan) adalah solusi utama untuk menyelamatkan planet ini. Saya tidak mengerti mengapa kita tidak melakukannya. Jika ada orang yang cerdas yang bisa menjelaskan hal ini kepada saya, saya akan sangat berterima kasih jika dapat jawaban memuaskan. Sementara itu, kita hanya perlu terus lakukan apa yg sudah kita lakukan. Karena kita perlu menyelamatkan planet ini untuk diwariskan kepada cucu-cucu kita. Jika kita hidup seperti sekarang ini: makan daging (insan-hewan), narkoba, alkohol, dan rokok, semua itu, serta saling membunuh, membunuh (insan-)hewan – saya tak tahu bagaimana kita sungguh bisa jawab hati nurani kita sendiri. Bukan soal kewajiban agama, sama sekali tidak.Pernahkah kita berpikir teladan seperti apa yang ingin kita berikan kpada anak-anak kita saat mereka dewasa? Dari semua kebaikan dan sopan santun yang kita harapkan dari mereka. Jika kita menyuruh mereka – untuk hemat dan tidak mandi terlalu lama, atau bahkan tidak membiarkan air mengalir saat menyikat gigi dan sebagainya. Dan bahkan jika kita tidak mandi lagi sama sekali, kita semua, atau jika kita tidak menyikat gigi lagi, atau bahkan tidak minum air, berapa banyak – air yang kita hemat? 30%, lebih kurang. Apa gunanya itu bagi kita? Ketika kita hanya berhenti makan daging (insan-hewan), maka kita punya 70% lebih air utk digunakan. Kamu bisa mandi sesuka hati, kamu bisa punya tiga, empat kolam renang di rumahmu, tak ada yang akan protes. Dan kamu tidak akan pernah merasa bersalah, karena kamu tak pernah lakukan hal yg merugikan planet ini. Cukup tinggalkan potongan daging (insan-hewan) dari dietmu. Biarkan Perdamaian dimulai dari meja makan Anda. Terima kasih.(Terima kasih, Maha Guru Ching Hai, atas informasi yang begitu menggugah pikiran ini. Kami ingin melanjutkan ke sesi panel terakhir kami. Tapi sebelum itu, kami ingin terlebih dahulu menyampaikan terima kasih singkat kepada jaringan yang siarkan acara ini kepada permirsa global kami di seluruh dunia.) Terima kasih.Photo Caption: “Kau Takkan Melihatku Jika Tak Pandang dengan Penuh Perhatian: Aku Sambut Langkahmu dengan Rendah Hati di Hutan Kuno”











