Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Seorang Guru yang tercerahkan menderita dalam banyak cara yang tak terlihat, dengan tubuh Astral dan tubuh transformasi-Nya menanggung hukuman mengerikan untuk membayar karma dunia.

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dan sekarang kami memiliki suara hati dalam bahasa Mandarin, dengan teks terjemahan multibahasa, dari Wang-Yun di Taiwan, yang juga dikenal sebagai Formosa:

Dengan hormat disampaikan kepada Guru Maha Kuasa Tritunggal Yang Bersatu: Pada November 2021, segera setelah memejamkan mata dalam meditasi Quan Yin, saya melihat jelmaan Guru membawa gunung raksasa yang terbuat dari sampah di punggung-Nya, berjalan dengan susah payah. Gunung itu terdiri dari bangkai insan-hewan, sampah plastik yang dibuang sembarangan di seluruh permukaan Bumi, lumpur logam-berat, cairan beracun korosif yang dibuang secara ilegal, limbah air nuklir, dan sebagainya. Itulah beban karma sangat besar yang tercipta akibat membunuh insan-hewan dan mencemari Bumi.

Tubuh kecil Guru terhuyung-huyung memasuki alam neraka yang ganas, yang secara khusus disiapkan untuk “Para Guru Tercerahkan yang Agung”. Guru harus memikul gunung sampah raksasa ini mendaki gunung pisau untuk menebus dosa umat manusia! Tangan dan kaki-Nya begitu parah terluka oleh tangga pisau itu hingga darah mengalir deras! Darah suci Guru berceceran di mana-mana di tangga pisau dan di tanah neraka! Pada saat itu, seorang saudari inisiat bergegas mendekat dan memikul sekitar sepertiga dari tumpukan sampah itu di punggung-Nya sendiri. Dia juga menaiki tangga pisau itu, semuanya berlumuran darah. Dia adalah seorang Buddha Kuno Yang telah bersumpah untuk turun sebagai murid Guru untuk membantu Guru, sama seperti banyak murid di bawah Buddha Shakyamuni yang juga merupakan Buddha Kuno Yang telah kembali.

Cairan-cairan yang sangat beracun mengalir ke bawah, mengikis punggung dan kaki Mereka hingga tidak ada sejengkal pun kulit yang tersisa utuh. Namun Mereka tidak mampu menghilangkan racun tersebut dan masih harus terus mendaki ke atas. Ketika Mereka mencapai setengah jalan menaiki gunung, tubuh Mereka telah terluka begitu parah sehingga dalam sekejap kelengahan, Mereka kehilangan pijakan Mereka dan terjatuh dengan keras kembali ke tanah! Sambil menahan air mata, Guru memungut dan mengikat gunung sampah itu, lalu harus mendaki gunung pisau itu lagi. Di samping Mereka, seorang penjaga neraka yang ganas terus mencambuk Guru dan saudari inisiat itu dengan cambuk panjang…

Pemandangan seperti itu sangat mengejutkan saya sehingga saya bahkan tidak bisa menangis! Saya memohon kepada penjaga neraka itu, sambil berkata, “Bisakah engkau berhenti mencambuk Mereka dan membiarkan Mereka mendaki perlahan?” Penjaga neraka itu menjawab dengan dingin, “Jika aku tidak mencambuk Gurumu, maka kehancuran menanti Bumi! Karena dosa-dosa makhluk-makhluk di Bumi terlalu besar! Tidak ada satu pun planet di Alam Semesta yang melakukan pembantaian yang begitu kejam dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang begitu besar seperti yang dilakukan Bumi, tapi masih diizinkan untuk tetap eksis! Hanya karena Gurumu dan para murid-Nya yang baik telah memikul karma seluruh planet ini maka planet seperti itu dapat terus eksis dan tidak hancur!” Saat ia berbicara, cambuknya yang ganas kembali menghantam, memukul Guru dan membuat-Nya terjatuh dari gunung pisau itu sekali lagi! Saya benar-benar tak tahu bagaimana menggambarkan pemandangan mengerikan itu. Guru mengerahkan sisa-sisa hidup-Nya, bersikeras menggunakan darah-Nya sendiri untuk mendapatkan sedikit lebih banyak waktu bagi umat manusia untuk memperbaiki diri! Tingkat kesulitannya melampaui apa pun yang dapat dibayangkan oleh orang-orang yang tersesat di Bumi! Rahmat Maha Guru Ching Hai bagi Bumi sungguh dapat digambarkan sebagai luas dan tak terbatas! Hormat saya, Wang-Yun, Taiwan (Formosa)

Wang-Yun yang mulia, surat Anda membuat kami menangis sedih untuk Guru Tercinta kita. Beliau menderita dengan cara yang tak terbayangkan, sementara kita dapat dengan bahagia melanjutkan kehidupan sehari-hari kita. Cinta Guru sungguh tak terhingga dan mustahil untuk kita bayangkan. Penglihatan batin Anda adalah pengingat bahwa kita harus mendukung Guru dengan segala cara yang kita bisa dan bersikap tulus serta berkonsentrasi dalam meditasi Quan Yin harian kita. Terima kasih atas suara hati Anda. Guru memiliki jawaban penuh belas kasih untuk Anda:

“Wang-Yun yang setia, terima kasih telah dengan tekun mempraktikkan meditasi Quan Yin, yang tidak hanya mengangkat klan dan status spiritual Anda, tetapi juga membantu orang lain. Begitu banyak karma telah dihasilkan di dunia ini – pembunuhan brutal terhadap insan-hewan yang tidak bersalah tidak berhenti bahkan sedetik pun. Siapa pun yang memiliki cinta dan perasaan pasti akan merasa pilu yang menyayat! Manusia begitu asyik dengan kehidupan mereka sendiri sehingga mereka tidak memikirkan siapa yang ada di piring mereka atau kerusakan apa yang sedang ditimbulkan pada Bumi kita. Mereka sama sekali tidak memikirkan kekejaman apa yang menimpa orang-orang di zona perang atau di wilayah-wilayah yang telah dilanda perubahan iklim. Seorang Guru yang tercerahkan menderita dalam banyak cara yang tak terlihat, dengan tubuh Astral dan tubuh transformasi-Nya menanggung hukuman mengerikan untuk membayar karma dunia. Ada juga penderitaan lain yang tidak terlihat oleh orang lain, selain rasa sakit tak terkatakan yang dialami Guru Sejati di alam fisik! Tapi, jika umat manusia dapat terbangun dan terhindar dari api neraka maka semuanya akan sepadan! Cinta seorang Guru kepada semua makhluk memberikan kekuatan untuk bertahan dan terus melangkah. Berdoalah agar semua manusia kini merangkul Cinta sejati dan menjadi VEGAN PEMBAWA PERDAMAIAN DUNIA dan PENYELAMAT NYAWA. Mengirimkan begitu banyak Cinta kepada hati Anda yang baik yang peduli kepada semua makhluk dan berupaya meringankan penderitaan! Semoga Anda dan rakyat Taiwan (Formosa) yang baik diberkati dengan kedamaian sejati yang abadi.”
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-07-27
346 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-27
317 Tampilan
18:04

Nyanyian Emosional Insan-Burung

2026-07-26   2659 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-26
2659 Tampilan
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-07-26
636 Tampilan
24:28

Doa untuk Cinta Kasih, Bagian 4 dari 6

2026-07-26   345 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-26
345 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-26
943 Tampilan
4:02
Berita Patut Disimak
2026-07-25
839 Tampilan
32:16

Berita Patut Disimak

2026-07-25   275 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-25
275 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh